Skip to Content

Solve pollution. Save lives.
Protect the planet.

Peran Sentral Perempuan dalam Penanggulangan Paparan Timbal di Masyarakat

Jika pergi ke Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu) mana pun di Indonesia, kita akan melihat pemandangan yang hampir selalu sama: bidan yang memeriksa fisik anak, kader yang mendampingi dan mencatat, serta ibu-ibu yang mengantre sambil menggendong balita. Ini bukan kebetulan, sistem kesehatan komunitas di Indonesia sebagian besar digerakkan oleh tangan-tangan perempuan.

Bidan adalah ujung tombak pelayanan kesehatan yang paling dekat dengan masyarakat. Di Posyandu mereka memeriksa kesehatan balita, mencatat perkembangan anak, memberikan konsultasi, hingga memastikan pasien mendapat rujukan tepat waktu. Kader Posyandu, yang sebagian besar didominasi kelompok ibu rumah tangga, melengkapi peran ini dengan pendekatan personal dan pemahaman konteks lokal. Dengan dedikasi tinggi, mereka menjadi kepanjangan tangan Puskemas (Pusat Kesehatan Masyarakat), memastikan upaya peningkatan kesehatan promotif dan preventif menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Sementara itu, di lingkup rumah tangga, perempuan umumnya menjadi pilar utama kesehatan keluarga. Mereka mengajarkan anak dan mengingatkan anggota keluarga untuk menerapkan perilaku hidup bersih sehat (PHBS).

Secara kolektif, peran perempuan sangat krusial dalam mencegah masalah kesehatan di masyarakat, termasuk paparan timbal. Dalam konteks paparan timbal, solusinya bukan hanya soal pengobatan, melainkan pencegahan yang dimulai dari rumah dan diperkuat di komunitas. Itulah mengapa peran perempuan, dari tenaga kesehatan, kader, hingga ibu rumah tangga, menjadi sangat strategis. Mereka hadir tepat di titik-titik di mana pencegahan bisa dilakukan sedini mungkin.

Penggerak Surveilans Kadar Timbal Darah (SKTD) di Lapangan

Suasana pengambilan darah pada kegiatan Surveilans Kadar Timbal Darah (SKTD). Ibu (kiri) balita, kader (tengah), dan tenaga kesehatan (kanan) terlibat aktif dalam kegiatan ini. Sumber: Yayasan Pure Earth Indonesia.

Peran perempuan tersebut terlihat nyata dalam implementasi Surveilans Kadar Timbal Darah (SKTD) Tahap Pertama yang merupakan kerja sama antara Pusat Riset Kesehatan Masyarakat dan Gizi – BRIN, Kementerian Kesehatan, Yayasan Pure Earth Indonesia, dan Vital Strategies. SKTD sendiri merupakan upaya untuk merespons data yang mengkhawatirkan: menurut Institute for Health Metrics and Evaluation (IHME, 2023), terdapat 22 juta anak Indonesia dengan kadar timbal darah di atas 5 µg/dL, ambang batas intervensi yang ditetapkan oleh Kementerian Kesehatan dan Badan Kesehatan Dunia (WHO). Ini masalah serius, mengingat tidak ada batas aman untuk timbal dalam darah, sesedikit apa pun bisa mengganggu tumbuh kembang anak, merusak perkembangan otak, dan memicu masalah kesehatan lainnya.

Dilaksanakan sepanjang Mei hingga November 2025 di 12 kabupaten/kota di enam provinsi, SKTD melibatkan berbagai pihak termasuk bidan, dokter, perawat, tenaga kesehatan lingkungan, tenaga promosi kesehatan, analis laboratorium, kader Posyandu, hingga petugas kelurahan dan kantor desa, serta keluarga balita. Kegiatan ini ditujukan untuk menginisiasi deteksi dini kadar timbal darah pada balita agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat, dan sistem kesehatan dapat diperkuat untuk mengurangi paparan timbal secara berkelanjutan.

Seorang kader (tengah) memberikan sosialisasi paparan timbal kepada wali balita dalam kegiatan SKTD. Sumber: Yayasan Pure Earth Indonesia.

Dalam kegiatan ini, bidan, dokter, dan perawat berperan sebagai konselor sekaligus tenaga medis yang mengambil sampel darah anak. Setelah hasil keluar, merekalah yang menyampaikannya kepada orang tua, lengkap dengan edukasi tentang langkah selanjutnya, baik itu pemeriksaan lanjutan, pemantauan rutin di Posyandu, maupun PHBS di rumah.

Sementara itu, kader Posyandu memainkan peran yang tak kalah penting. Mereka menjadi wajah yang akrab dan menenangkan bagi orang tua yang datang. Kehadiran kader membuat proses pengambilan darah terasa tidak menakutkan, terutama bagi balita. Saat tim melakukan kunjungan rumah untuk mengambil sampel dan memeriksa keberadaan produk yang mengandung timbal, kader menjadi jembatan komunikasi antara tim kesehatan dan keluarga. Di akhir rangkaian kegiatan, kader pula yang memastikan orang tua memahami cara mengambil hasil dan apa yang perlu dilakukan setelah konseling.

Tenaga kesehatan memberikan konseling hasil pemeriksaan kadar timbal darah kepada orang tua dan balita. Sumber: Yayasan Pure Earth Indonesia.

Perempuan berdaya menyehatkan masyarakat

Dari tenaga kesehatan di Puskesmas dan kader di Posyandu, hingga ibu di rumah yang setiap hari mengingatkan anak mencuci tangan, melepas alas kaki sebelum masuk rumah, memastikan lantai bersih dari debu, dan menyiapkan makanan yang bergizi untuk anggota keluarga; perempuan hadir di setiap lini penanggulangan paparan timbal. Tanpa dedikasi perempuan di semua tingkatan ini, penanggulangan paparan timbal tidak akan bisa berjalan secara berkelanjutan.

Pelatihan home-based assessment melibatkan tenaga sanitarian lingkungan dan kesehatan serta kader Posyandu sebagai pelaksana di lapangan. Sumber: Yayasan Pure Earth Indonesia.

Komitmen dan dedikasi tersebut sepatutnya kita perkuat dengan pengetahuan dan dukungan yang memadai sehingga dampaknya dapat berjalan secara berkesinambungan. Pemberdayaan masyarakat oleh pemerintah maupun lembaga swadaya masyarakat mengenai bahaya dan cara pencegahan timbal bagi perempuan adalah sebuah langkah kecil untuk memulai peningkatan tersebut. Meski kecil, langkah ini akan berdampak besar mengingat bagaimana perempuan bisa menularkan pengetahuannya kepada keluarga dan masyarakat di lingkungan sekitarnya. Sehingga, semakin berdaya perempuan terkait mitigasi paparan timbal, maka akan semakin sehat juga masyarakat di sekitarnya.

===

Artikel ini ditulis oleh Alfi Sina Vinci, Koordinator Program Penguatan Sistem Kesehatan untuk Mengurangi Paparan Timbal; dan diedit oleh Lina Noviandari, Senior Communications Officer Yayasan Pure Earth Indonesia. Lebih lanjut tentang Surveilans Kadar Timbal Darah (SKTD)

Comments are closed.

Return to Content